Hear and Feel it...

Sunday, October 19, 2014

Bisakah?

Kamu...
Yang selalu menjaga kepalaku tetap ramai
Kamu...
yang tak pernah membiarkan kedamaian mengunjungi hatiku sedetik saja
Mengapa kamu masuk ke gumpalan darah ini tanpa mengetuknya lebih dahulu?
Apa kamu tamu yang tidak tahu aturan?
Bagaimana bisa kamu melewati pintu yang telah terkunci dan tertanam duri ini dengan mudahnya?

Aku cukup,
Aku cukup gila. Aku cukup lelah dengan bayanganmu. Aku cukup frustasi dengan khayalanku yang hampir sama dengan fatamorgana ini.
Bisakah kau tarik kembali bayanganmu itu kembali padamu?

Aku akui...
bungamu itu sangat indah, tapi mengapa kumbang buruk rupa sepertiku yang kau tarik ke dalam madumu yang ternyata racun bagi tubuhku?
Kamu tahu akibat racunmu itu apa untukku?
racunmu itu membuat seluruh indraku lumpuh. Bahkan untuk memandangmu saja aku sudah tak bisa, apalagi mengatakan sesuatu yang mungkin bisa mengamplas wajahku dengan cepatnya.

Bisakah kamu keluar dari pintu ini tanpa meninggalkan sedikit memori manis penyayat hati itu?

Walaupun kamu tak bisa bersamaku dalam kenyataan, bisakah kamu membantu menghipnotisku?
Sepertinya itu akan sangat cukup bagiku.

Bagaimana bisa kamu meyakinkan hatiku yang sesak bahwa jejakmu di padang pasir kering ini bisa memancarkan air? Padahal otakku tahu. Kalau kamu itu seperti jejak-jejak lainnya, yang menghilang dengan cepat hanya dengan satu kali hembusan angin.

aku mohon...
jika ingin berkunjung ke dalam relungku sekali lagi, bisakah kamu mengetuknya lebih dahulu?


Saturday, October 18, 2014

Marry Your Daughter

Lyric:




Sir, I’m a bit nervous
About being here today
Still not real sure what I’m going to say
So bare with me please
If I take up too much of your time.
See in this box is a ring for your oldest.
She’s my everything and all that I know is
It would be such a relief if I knew that we were on the same side
Cause very soon I’m hoping that I

Could marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me ’til the day that I die, yeah
I’m gonna marry your princess
And make her my queen
She’ll be the most beautiful bride that I’ve ever seen
I can’t wait to smile
When she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter

She’s been here every step
Since the day that we met (I’m scared to death to think of what would happen if she ever left)
So don’t you ever worry about me ever treating her bad
I’ve got most of my vows done so far (So bring on the better or worse)
And ’til death do us part
There’s no doubt in my mind
It’s time
I’m ready to start
I swear to you with all of my heart

I’m gonna marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me ’til the day that I die, yeah
I’m gonna marry your princess
And make her my queen
She’ll be the most beautiful bride that I’ve ever seen
I can’t wait to smile
As she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter

The first time I saw her
I swear I knew that I’d say I do

I’m gonna marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me ’till the day that I die
I’m gonna marry your princess
And make her my queen
She’ll be the most beautiful bride that I’ve ever seen
I can’t wait to smile
As she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter


Lagu ini...

Bukan bikin sedih karna arti sebenernya,
tapi lagu ini sedih karna rasanya bikin aku ga pengen jadi dewasa, trus ada yang ngambil dari bapak. 
Liriknya banyak yang "gue banget".

"See in this box is a ring for your oldest" Ya ampun... rasanya kok nyesek banget liat kata-kata itu. 
"for your oldest" aku anak tertua dan anak cewek satu-satunya di keluarga. Ga bisa bayangin gimana rasanya kalo udah jadi tanggungan orang lain, bukan tanggungan bapak lagi. 

Masih sering mikir "Aduuh... udah 19 aja ya umur aku " :( 

Ga bisa bayangin sesedih apa nanti. Sampe sekarang masih nganggep kalo aku "the only his little girl", yang masih sering ngambek, masih sering nangis di hadapan beliau dan tingkah kekanakan lainnya. 

Pastinya dibalik kebanggaan seorang ayah yang liat putrinya tumbuh dewasa, ada kesedihan yang buat beliau mikir "Ga kerasa ya ayuk udah gede aja, pasti gak kerasa ntar tau-tau udah lulus SMA, lulus kuliah, kerja, terus...". Rasanya ga bisa nerusin kata-kata itu. Rasanya mau selamanya dimanjain sama bapak.



Ntah, mungkin ini salah satu alasan yang bikin aku ga mau pacaran sampe sekarang. Mau terus ngekorin bapak kemana-mana, mau terus jadi gadis kecilnya bapak...




Kalau ada beribu pahitnya hidup, Engkau lah sejuta cahayanya, Pak :)




Keep holding my hand, Dad. Please...